Dari persamaan ke eksperimen.
Peran setiap paper, keputusan implementasi, dan batas interpretasi penelitian.
Data
SQL historis → audit → snapshot Neo4j & jaringan OSM
Model
Jadwal feasible → MAUT enam atribut + empat indikator aksesibilitas
Pencarian
Random key → MBFPA → 11 bobot → arsip tidak didominasi
Evaluasi
30 seed → anggaran setara → statistik per instance
Tujuan profit agen diganti MAUT karena dataset tidak menyimpan pendapatan atau biaya agen. Aksesibilitas tetap mengukur struktur cakupan rute; tidak otomatis berarti kepuasan wisatawan meningkat.
Kunjungan tambahan benar-benar dijadwalkan dan kembali ke titik utama. Waktu menunggu, pelayanan, perjalanan asimetris, serta batas pulang dihitung penuh.
MBFPA memakai 4 nilai random key per tempat, seed tersimpan, dan penerimaan perbaikan nilai scalar. Arsip hasil tidak memilih pemimpin algoritma.
Weighted sum menghasilkan pendekatan himpunan Pareto yang teramati. Bagian Pareto yang tidak didukung scalarization dapat terlewat.
Bobot keempat aksesibilitas dipulihkan sesuai tabel parameter. Kunjungan tempat dibatasi maksimal sekali; depot dapat dipakai kembali setiap hari.
Penalti keterlambatan menggunakan max(durasi − batas, 0). Atribut jumlah kunjungan dan kebalikan jumlah tidak dikunjungi bersifat redundan; dampaknya diuji melalui ablation.
Batas utility MAUT dibekukan per instance. Tarif hanya mencakup tiket masuk. Waktu dan geometri OSM merupakan estimasi jaringan, tanpa lalu lintas aktual.
Jam buka dan harga berasal dari dataset historis. Radius 0,7/2 km dan waktu transfer adalah parameter skenario; tidak diklaim sebagai kalibrasi Jogja.
Model TOPTW dan empat indikator aksesibilitas
Operator MBFPA kontinu dan mutualism
Enam atribut MAUT dan pembanding ACS-BSO
Representasi random key
Pencarian beberapa bobot untuk FPA
Keterbatasan weighted sum pada Pareto nonkonveks
Protokol evaluasi dan keterulangan
Perbandingan lintas instance, bukan seed sebagai dataset